ATLETIK

                       SEJARAH ATLETIK 

Atletik

Dinukil dari buku Pembelajaran Atletik oleh Yahya Eko Nopiyanto, dkk, atletik berasal dari bahasa Yunani, yakni 'athlon' atau 'athlum' yang artinya pertandingan atau perlombaan. Sementara 'athleta' adalah orang yang melakukan atletik.

Istilah 'athletic' di Amerika Serikat disebut 'track and field' yang bermakna olahraga pertandingan. Di Jerman dikenal dengan 'leicht athletic' dan di Belanda disebut dengan 'athletiek'.

Adapun di Indonesia, istilah atletik yang digunakan mengacu pada bahasa Inggris, yaitu 'athletic' artinya cabang olahraga yang meliputi jalan, lari, lempar, dan lompat.

Sejarah Singkat Atletik

Olahraga atletik pertama kali diatur dan dikelola menjadi perlombaan oleh Yunani. Olimpiade pertama yang digelar sekitar tahun 778 SM sebagai acara penghormatan kepada dewa bangsa Yunani, yakni Zeus.

Kala itu, hanya baru ada cabor atletik lari, lompat, dan lempar saja dalam olimpiade. Setelahnya, orang-orang Yunani mengagungkan para atlet yang memiliki keahlian atletik dengan kehormatan tertinggi.

Bangsa Romawi yang menaklukan Yunani mulai menyukai atletik dan ikut bertanding dalam olimpiade. Pada tahun 392 M, raja Theodosius melarang dan menghapus olimpiade karena menurutnya perlombaan itu sebagai upacara pemujaan berhala.

Atletik kemudian dihidupkan kembali pada abad pertengahan dengan diadakannya berbagai perlombaan cabang atletik di benua Eropa. Popularitas atletik semakin meningkat semenjak sejumlah sekolah dan lembaga pendidikan di Inggris mulai memasukkannya di lingkungan belajar mereka.

Olahraga atletik hidup kembali hidup seperti semula melalui olimpiade modern yang dimulai pada tahun 1896 di Athena.

Kegiatan olahraga atletik masuk dan dikenal di Indonesia dari bangsa Belanda pada masa sebelum perang dunia kedua. Mulanya, anak-anak sekolah dan kalangan militer saja yang mendapatkan pelatihan atletik.

Sejak Belanda menyadari pentingnya olahraga untuk menjalankan roda politik, didirikanlah organisasi atletik pertama di Indonesia dengan nama Netherlands Indische Athletiek Unie (NIAU) pada 1917. Dengan adanya lembaga tersebut, perlombaan atletik diadakan setiap tahunnya.

Pada masa kolonial Jepang di tahun 1942-1945, aktivitas olahraga di Indonesia mulai berkembang. Saat itu, ada keharusan bagi pegawai, pelajar, hingga mahasiswa untuk mengikuti aktivitas olahraga senam. Adapun olahraga atletik tergabung dalam Ikatan Sport Indonesia (ISI) di masa zaman ini.

Setelah Indonesia merdeka, kegiatan olahraga semakin berkembang dan maju. Pada tahun 1946 diadakan kongres yang menghasilkan organisasi Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI).

Kemajuan atletik di Indonesia terus meningkat, terlihat dari lahirnya Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) pada tahun 1950 sebagai wadah olahraga atletik di Indonesia. Langkah awal yang PASI ambil kala itu adalah menyelenggarakan kejuaraan atletik pertama.

Selanjutnya, PASI berupaya untuk masuk ke International Association of Athletics Federations (IAAF) dengan maksud agar para atlet Indonesia bisa berpartisipasi dalam berbagai kompetisi atletik yang bersifat internasional. 

DETAIL SEJARAH 

YUNANI KUNO

Olimpiade Kuno pada 776 SM menjadi bukti awal dari kompetisi atletik, dengan lari sebagai cabang olahraga utama. 

INGGRIS DAN AMERIKA SERIKAT

Atletik modern mulai berkembang di Inggris pada abad ke-19, dengan pembentukan klub-klub atletik seperti Amateur Athletic Club (AAC). Di Amerika Serikat, National Association of Amateur Athletes of America (NAAAA) juga dibentuk pada tahun 1879. 

INTERNASIONAL

International Amateur Athletic Federation (IAAF), yang kini dikenal sebagai World Athletics, didirikan pada 1912 untuk menyandarkan rekor dunia dan menggelar kompetisi atletik di seluruh dunia.

INDONESIA

Atletik di Indonesia dibawa oleh Belanda dan didukung oleh Nederlands Indische Athletiek Unie (NIAU) sebelum akhirnya dibentuk Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) pada 1950 di Semarang. 

POIN-POIN PENTING

Atletik dianggap sebagai induk dari semua cabang olahraga karena melibatkan gerakan dasar manusia seperti lari, lompat, lempar, dan berjalan. 

Atletik memiliki peran penting dalam pendidikan jasmani dan pembinaan fisik serta mental. 

Atletik telah menjadi bagian penting dari Olimpiade sejak Olimpiade modern pertama di Athena pada 1896.

kelompok 6 

- ZAROTUSITA

- KHAILA ASSYIFA

- DIVA SAFIRA SIREGAR 

- M. REZA PAHLEVY .H. 

- RARA SYAHFITRI

Komentar